Definisi Penelitian Pengembangan menurut Sugiyono, Borg & Gall dan Sadiman - Ruang Pendidikan

Definisi Penelitian Pengembangan menurut Sugiyono, Borg & Gall dan Sadiman

Research and Development (RnD) atau metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk/konten tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2014:297). Penelitian pengembangan merupakan pendekatan penelitian yang dihubungkan pada kerja rancangan berorientasi pada produk. Menurut Borg & Gall (1989:624), penelitian pengembangan pendidikan merupakan sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk media pendidikan. Hasil dari penelitian pengembangan tidak hanya pengembangan suatu produk yang sudah ada melainkan juga untuk menemukan pengetahuan atau jawaban atas masalah praktis. Adapun produk-produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan antara lain materi-materi belajar sebagai panduan untuk guru, materi belajar untuk siswa, media pembelajaran untuk memudahkan belajar, dan lain-lain.

Definisi Penelitian Pengembangan menurut Sugiyono, Borg & Gall dan Sadiman

Model Penelitian Pengembangan
  • Model Pengembangan Sugiyono
Secara konseptual, pendekatan model penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2014:298) memiliki 10 langkah-langkah pelaksanaan penelitian, yaitu: (a) Potensi dan masalah, penelitian harus berangkat dari potensi atau masalah, potensi adalah segala yang memiliki nilai tambah sedangkan masalah adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan, (b) Pengumpulan data, pengumpulan berbagai data yang diperlukan dalam perancangan produk, (c) Desain produk, pembuatan rancangan produk awal yang akan dibuat lengkap dengan spesifikasinya, (d) Validasi desain, proses penilaian terhadap rancangan berdasarkan pemikiran rasional bukan fakta dilapangan, dengan cara menghadirkan tenaga ahli yang sesuai, (e) Revisi desain, koreksi dari ahli dijadikan untuk bahan perbaikan produk, (f) Uji coba produk, hasil dari perbaikan dibuat prototipe jadi, kemudian diujicobakan penggunaannya pada kelompok terbatas, (g) Revisi produk, proses perbaikan produk berdasarkan saran dan hasil uji efektivitas pada uji coba produk, (h) Uji coba pemakaian, uji coba produk pada kelompok yang lebih luas dan tetap dinilai kekurangan dan hambatan yang muncul untuk perbaikan lebih lanjut, (i) Revisi produk, perbaikan dilakukan apabila ada saran perbaikan dan usulan pada uji coba kelompok luas, dan (j) Produksi masal, setelah beberapa kali pengujian dan dinilai efektif maka dapat dilakukan produksi secara masal.

Dapat disimpulkan bahwa metode penelitian pengembangan sugiyono dimulai dari (a) potensi masalah, (b) pengumpulan data, (c) desain produk, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian, (i) revisi produk, dan (j) produksi masal.
  •  Model Pengembangan Borg & Gall
Secara konseptual, pendekatan model penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1989:775) memiliki 10 langkah-langkah pelaksanaan penelitian, yaitu :
a. Research and information collecting, termasuk langkah yang pertama yakni studi literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji, dan persiapan yang digunakan untuk merumuskan kerangka kerja dalam penelitian, 
b.     Planning, termasuk dalam langkah ini merumuskan kecakapan dan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan, menentukan tujuan yang akan dicapai pada setiap tahapan, dan jika mungkin diperlukan melaksanakan studi kelayakan secara terbatas,
c.      Develop preliminary form of product, yaitu mengembangkan bentuk permulaan dari produk yang akan dihasilkan. Termasuk dalam langkah ini adalah persiapan komponen pendukung, menyiapkan pedoman dan buku petunjuk, dan melakukan evaluasi terhadap kelayakan alat-alat pendukung,
d.     Preliminary field testing, yaitu melakukan ujicoba lapangan awal dalam skala terbatas dengan melibatkan subjek sebanyak 6-12 subjek. Pada tahap ini pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan dengan cara wawancara, observasi maupun angket, 
e.      Main product revision, yaitu melakukan perbaikan terhadap produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil ujicoba awal. Pеrbаіkаn ini sangat mungkіn dilakukan lеbіh dаrі ѕаtu kаlі, ѕеѕuаі dengan hаѕіl уаng ditunjukkan dаlаm ujicoba tеrbаtаѕ, ѕеhіnggа dіреrоlеh draft produk (model) utama уаng siap dіujісоbа lebih luas,
f.      Main field testing, uji coba utama yang melibatkan seluruh subjek,
g.     Operational product revision, yaitu melakukan perbaikan / penyempurnaan terhadap hasil uji coba lebih luas, sehingga produk yang dikembangkan sudah merupakan desain model operasional yang siap divalidasi,
h.     Operational field tеѕtіng, уаіtu lаngkаh ujі vаlіdаѕі terhadap mоdеl operasional уаng telah dіhаѕіlkаn,
i.       Final product revision, yaitu melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan guna menghasilkan produk akhir (final), dan
j.       Dissemination and implementation, yaitu langkah menyebarluaskan produk/model yang dikembangkan.
Dapat disimpulkan bahwa metode penelitian pengembangan Borg & Gall dimulai dari, (a) melakukan
penelitian dan pengumpulan data, (b) melakukan perencanaan, (c) pengembangan produk awal, (d)
persiapan uji lapangan awal, (e) revisi produk, (f) uji lapangan utama, (g) revisi produk operasional
(h) melakukan uji lapangan operasional, (i) revisi produk akhir; dan (j) desiminasi dan implementasi
(melaporkan dan menyebarluaskan produk).
  •  Model Pengembangan Sadiman

Menurut Sadiman (2010:99-116), pengembangan model desain media pembelajaran memiliki urutan sistematis dalam mengembangkan program media, yaitu: (a) identifikasi kebutuhan, sebelum media dibuat harus meneliti dengan baik pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa melalui tes, bila tes tidak dapat dilakukan, maka harus dapat membuat asumsi mengenai pengetahuandan keterampilan prasyarat yang harus dimiliki siswa serta pengetahuan awal yang diduga dimiliki siswa, (b) perumusan tujuan, memiliki dua jenis tujuan instruksional yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, tujuan umum merupakan tujuan akhir dari tujuan khusus dan tujuan khusus merupakan tujuan spesifik dan jabaran dari tujuan umum, (c) merumuskan butir-butir materi, perumusan materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran umum sebagai acuan dari media yang dibuat, (d) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, merupakan hal yang perlu dikaji, apakah tujuan instruksional dapat dicapai atau tidak dengan berupa soal-soal evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi dan mengetahui keberhasilan dari media tersebut, (e) penulisan naskah media, yakni sebagai penuntun atau peraturan dalam proses pengembangan media,  dan (f) mengadakan uji coba dan revisi. Subjek uji coba produk, Sadiman (2010:182-187) menyarankan, untuk tahapan uji coba satu lawan satu dilakukan dengan melibatkan 2 orang atau lebih yang mempunyai kemampuan di bawah rata-rata dan diatas rata-rata, uji coba kelompok kecil dengan melibatkan minimal 10-20 orang yang dapat mewakili populasi target. Sedangkan untuk ketentuan uji coba lapangan melibatkan kira-kira 30 orang yang dapat mewakili karakteristik yang telah ditentukan, kemudian melakukan revisi, jika dalam hasil uji coba tidak sesuai dengan yang diharapkan maka dilakukan revisi terhadap produk, dan terakhir naskah siap produksi, maka naskah produk yang dihasilkan siap untuk digunakan sebagai produk akhir.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel