Klasifikasi Keluarga Logika / Logic Family RTL (Resistor-Transistor Logic) - Ruang Pendidikan

Klasifikasi Keluarga Logika / Logic Family RTL (Resistor-Transistor Logic)

Rangkaian keluarga logika diklasifikasikan menurut komponen yang digunakan. Adapun klasifikasi yang akan dibahas dalam unit ini adalah : Resistor-Transistor Logic (RTL), Diode-Transistor Logic (DTL), Transistor-Transistor Logic (TTL), Emiter-Coupled Logic (ECL), dan Integrated-Injection Logic (I2L). 

RTL (Resistor-Transistor Logic)

RTL (Resistor-Transistor Logic) adalah keluarga sirkuit digital yang terbuat dari transistor dwi kutub (BJT) sebagai piranti saklar dan resistor (R) sebagai jaringan input. RTL adalah keluarga logika digital bertransistor yang pertama, keluarga logika yang lain adalah logika dioda–transistor (DTL) dan logika transistor–transistor (TTL). 

a. Gerbang NOT dari Keluarga RTL

Gambar 5.5 menunjukkan sebuah rangkaian switching transistor yang digerakkan oleh tegangan step (tangga). Jika tegangan masukan Low, transistor akan tersumbat (cut-off). Dalam hal ini, transistor kelihatan seperti sebuah saklar yang terbuka. Jika tegangan masukan high, transistor akan jenuh atau saturasi dan dioda LED akan menyala.

Rangkaian saklar transistor sebagai switching

Gambar 5.5. Rangkaian saklar transistor sebagai switching

Dengan tidak adanya arus yang melalui tahanan kolektor, maka tegangan keluaran menjadi +15 Volt.

Jika tegangan masukan sebesar +5 Volt, maka arus basis adalah 

IB = 5V – 0,7 V
     10 KOhm
= 0,43 mA

Atau dibulatkan menjadi 

= 0,5 mA

Jika transistor dianggap terhubung singkat antara kolektor dan emitor, maka idealnya tegangan keluaran jatuh menjadi 0 atau arus jenuhnya adalah

IC = __5V__
   10 KOhm
= 5 mA

Arus ini kira-kira 10 kali lebih besar daripada arus basis, sehingga cukup mudah untuk menghasilkan kejenuhan yang kokoh pada hampir setiap transistor sinyal kecil. ini berarti bahwa transistor bekerja sebagai suatu switch yang tertutup dan tegangan keluaran Vout mendekati nol.
b. Gerbang NOR dari Keluarga RTL

Rangkaian ini terdiri dari dua resistor masukan, yaitu masukan A dan masukan B, sebuah tahanan kolektor Rc, dan sebuah transistor yang berfungsi sebagai saklar. Prinsip kerjanya yakni keluaran Y akan menjadi Tinggi (1) hanya jika kedua masukannya, yaitu A dan B, berada pada logika 0. Rangkaian RTL telah tersedia untuk berbagai macam gerbang logika. Tetapi karena kecepatannya yang rendah, keluarga RTL ini segera digeser oleh keluarga DTL yang lebih maju.

Skema gerbang NOR RTL digunakan untuk membuat komputer pengendali. Logika RTL. Rangkaian ini merupakan rangkaian pertama kali dari Keluarga Bipolar, mempekerjakan resistor dan transistor sebagai komponen penyusunnya. Skema ini ditunjukkan pada Gambar 5.6.
Skema gerbang NOR RTL dasar dan simbol

Gambar 5.6 Skema gerbang NOR RTL dasar dan simbol 

RTL memiliki kelebihan yaitu jumlah transistornya yang sedikit yang mana ini merupakan hal terpenting sebelum adanya teknologi canggih yakni sirkuit terintegrasi, dimana gerbang logika dibangun dari komponen komponen individu karena transistor yang relatif mahal. 

IC logika awalnya juga menggunakan sirkuit ini, tetapi dengan cepat tergantikan dengan sirkuit yang lebih baik dan efisien, seperti logika dioda–transistor dan kemudian logika transistor–transistor, dikarenakan dioda dan transistor tidak lebih mahal dari resistor dalam IC.

Sedangkan kekurangan paling jelas dari RTL adalah boros dayanya yang tinggi. Ini membutuhkan lebih banyak arus yang harus dicatu ke RTL dan lebih banyak bahan yang harus dibuang dari RTL. Kebalikannya, sirkuit TTL meminimalkan kebutuhan tersebut. fan-out yang rendah dan peka terhadap perubahan suhu.  Kelambatan disebabkan karena tahanan pada masukan dan kapasitansi basis-emiter dari transistor membentuk tepi lolos bawah (low pass filter).  Ini memperlambat naik dan turunnya pulsa masukan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel