Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) - Ruang Pendidikan

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)


Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

       Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu model pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran yang dipelajari peserta didik dengan lingkungan di sekitarnya supaya pembelajaran lebih bermakna (Suprijono, 2009:79). Langkah-langkah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), menurut Rusman (2010:200) yang pada intinya pengembangan setiap komponen CTL dalam pembelajaran dapat dilakukan sebagai berikut: (a) mengembangkan pemikiran siswa untuk melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran lebih bermakna apakah dengan cara bekerja sendiri/individu, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru yang harus dimilikinya, (b) melaksanakan sejauh mungkin inquiry untuk semua materi yang diajarkan, (c) mengembangkan sifat keingintahuan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan, (d) menciptakan masyarakat belajar, seperti malalui kegiatan kelompok berdiskusi, tanya jawab, dan lain sebagainya, (e) menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran, bisa melalui ilustrasi, model, bahkan media yang sebenarnya, (f) membiasakan anak untuk melakukan refleksi dari setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, dan (g) melakukan penilaian secara objektif, yaitu menilai kemampuan yang sebenarnya secara keseluruhan pada setiap siswa.
Dalam penerapannya, pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) menurut Trianto (2008:25) melibatkan tujuh komponen utama, yakni :
a.     Konstruktivisme, adalah landasan awal berpikir dari pendekatan kontekstual (CTL), yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh kita sebagai manusia dengan sedikit demi sedikit, yang hasilnya kemudian diperluas melalui konteks yang terbatas. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan sebuah masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan dengan ide-ide. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan di benak mereka sendiri;
b.     Inkuiri, merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Siklus inkuiri terdiri dari observasi, bertanya, hipotesis, pengumpulan data, dan penyimpulan;
c.        Bertanya, dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bertanya berfungsi untuk menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya;
d.     Learning Community, dalam kelas CTL, guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar dan hal ini akan dapat menimbulkan saling tukar pikiran antar sesama dan bisa menjadi sumber belajar;
e.      Permodelan, dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Permodelan dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Seseorang bisa ditunjuk untuk memodelkan sesuatu berdasarkan pengalaman yang diketahuinya;
f.        Refleksi, adalah ungkapan dari cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Refleksi merupakan respon kita terhadap kejadian, aktivitas, pengalaman dan pengetahuan yang baru diterima;
g.       Penilaian Otentik, adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Penggambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang baik dan benar. Dalam CTL hal-hal yang bisa digunakan sebagai dasar menilai prestasi siswa, antara lain: (1) proyek dan laporannya, (2) PR (pekerjaan rumah), (3) kuis, (4) karya siswa, (5) presentasi, (6) demonstrasi, (7) laporan, (8) jurnal, (9) hasil tes tulis, dan (10) karya tulis.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan model pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran yang dipelajari peserta didik dengan lingkungan di sekitarnya dengan menerapkan tujuh prinsip antara lain (a) konstruktivisme, (b) inkuiri, (c) bertanya, (d) learning community, (e) permodelan, (f) refleksi, dan (g) penilaian otentik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel