Perbedaan Umum Keluarga Logika / Logic Family - Ruang Pendidikan

Perbedaan Umum Keluarga Logika / Logic Family

Suatu keluarga digital merupakan sekelompok piranti kompatibel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Kompatibel berarti dapat menyambungkan keluaran suatu piranti tertentu dengan masukan piranti yang lain. Kompatibilitas ini memungkinkan aneka kombinasi yang berbeda dalam jumlah besar. IC Keluarga Logika dalam unit ini dikategorikan dalam dua teknologi, yakni teknologi bipolar dan teknologi MOS. Teknologi bipolar antara lain RTL (Resistor Transistor Logic), DTL (Dioda Transistor Logic), TTL (Transistor-Transistor Logic), ECL (Emmitter-Coupled Logic) dan I2L (Integrated-Injection Logic). Sedangkan Teknologi MOS (Metal Oxide Semiconductor) antara lain N-MOS, P-MOS dan CMOS.

Perbedaan Umum Keluarga Logika / Logic Family


Karena menggunakan rangkaian dan komponen elektronik yang berbeda maka masing-masing kelompok memiliki nilai-nilai parameter yang berbeda.  Perbedaan umumnya terletak pada :
  • Tegangan kerja (working voltage)
Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan.
  • Tingkat tegangan logika (logic level voltage)
Tingkat tegangan logika adalah besarnya tegangan untuk masing-masing nilai logika 1 dan logika 0. Sebagai contoh, untuk keluarga TTL, semua tegangan yang terletak antara 2,2 VDC sampai +5 VDC dianggap sebagai logika 1 dan semua tegangan yang terletak antara 0 VDC hingga 0,8 VDC dianggap sebagai logika 0. Untuk keluarga CMOS, nilai tegangan ini berbeda karena keluarga CMOS dapat menggunakan tegangan catuan yang berkisar dari +3 VDC hingga +15 VDC.
  • Tegangan ambang (threshold voltage)
Tegangan ambang adalah peralihan tegangan dari logika 0 ke logika 1 dan sebaliknya. Tegangan ambang ini umumnya tergantung pada tegangan catu daya yang digunakan.
  • Waktu tunda (delay time)
Waktu tunda adalah selisih waktu antara perubahan pada masukan dengan berubahnya keluaran. Perubahan keluaran umumnya selalu tertinggal dari perubahan masukan. Hal ini disebabkan karena kelambatan respon dari semikonduktor yang digunakan dan adanya kapasitansi antara konduktor pada IC yang bersangkutan. Waktu tunda ini umumnya dipengaruhi oleh besarnya tegangan catuan dan suhu kerja.
  • Disipasi daya (power dissipation)
Disipasi daya adalah besarnya daya yang diserap apabila bekerja dengan dutycycle sebesar 50% pada frekuensi tertentu. Besarnya disipasi daya umumnya sebanding dengan jumlah komponen - komponen dalam suatu chip dan rangkaian yang digunakan.
  • Batas derau (noise margin)
Batas derau adalah simpangan tegangan maksimum yang dapat diterima tanpa mengubah keadaan (state). Semakin tinggi batas derau akan semakin baik dikarenakan rangkaian akan lebih kebal terhadap derau.
  • Suhu kerja (Operating temperature)
Suhu kerja adalah kisar suhu dimana perangkat masih dapat bekerja dengan baik. Untuk keperluan komersil kisaran suhu ini umumnya adalah dari 0 hingga 70 0C sedangkan untuk keperluan militer kisaran suhu adalah dari –55 hingga 125 0C.
  • Fan in dan fan out
Fan in adalah satuan (unit) masukan dan fan out adalah satuan keluaran dari gerbang standar. Pada beberapa kelompok gerbang logika, impedansi masukan akan sulit untuk ditentukan karena impedansi masukan dalam keluaran logika rendah berbeda daripada impedansi masukan untuk keluaran logika yang tinggi. Maka dari itu digunakan sebuah fan in untuk menyatakan besaran masukan dan fan out untuk menyatakan besaran keluaran pada suatu gerbang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel