Tahapan Pengolahan Data Digital - Ruang Pendidikan

Tahapan Pengolahan Data Digital

Tahapan Pengolahan Data Digital

1.1        Pengolahan Citra
Sutoyo, dkk (2009:4) menjelaskan pengolahan citra adalah disiplin ilmu yang terdiri dari banyak aspek seperti matematika, fisika, elektronika, fotografi, seni, dan teknologi komputer. Pengolahan citra identik dengan pengolahan gambar maupun video.

Sutoyo, dkk (2009:7) menjelaskan tahapan pengolahan citra yang ada pada Gambar 1

1.1.1       Akuisi Citra
Akuisi citra adalah tahapan awal pada pemrosesan sinyal digital. Akuisisi citra atau pencitraan merupakan proses mengubah citra tampak (foto, gambar, lukisan, patung, atau pemandangan) menjadi citra digital.

1.1.2       Preprocessing
Tahapan preprocessing merupakan tahap kedua yang berlangsung untuk menjamin kelancaran pengolahan citra pada tahap selanjutnya. Pada tahap ini beberapa hal yang dilakukan adalah (1) peningkatan kualitas citra, (2) menghilangkan noise, (3) image restoration, (4) transformasi, dan (5) menentukan bagian citra yang akan diobservasi.

1.1.3       Segmentasi
Tahap segmentasi adalah memisahkan setiap bagian dari informasi objek yang mengandung informasi penting, contohnya adalah memisahkan objek dan latar belakangnya.

1.1.4       Representasi dan Deskripsi
Representasi merupakan proses merepresentasikan suatu bidang gambar sebagai suatu titik koordinat, dengan deskripsi luasan atau parameternya. Deskripsi data dapat dilakukan dengan cara seleksi ciri dan ekstraksi ciri. Dengan seleksi ciri bertujuan untuk memilih informasi kualitatif dari ciri yang ada. Sedangkan ekstraksi ciri bertujuan untuk mengukur besaran kuantitatif ciri setiap pixel.

1.1.5       Pengenalan dan Interpretasi
Tahap pengenalan bertujuan untuk memberikan label pada sebuah objek yang informasinya di sediakan oleh descriptor, sedangkan tahap interpretasi memiliki tujuan untuk memaknai kepada setiap objek yang dikenali.

1.1.6       Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan merupakan basis data informasi citra yang digunakan untuk memandu jalannya operasi pengolahan citra. Basis pengetahuan juga digunakan sebagai referensi pada proses pengenalan pola atau template matching.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel