Job Sheet Elektronika Daya - Percobaan Pengaturan Tegangan dan Arus Bolak Balik 1 Fasa - Ruang Pendidikan

Job Sheet Elektronika Daya - Percobaan Pengaturan Tegangan dan Arus Bolak Balik 1 Fasa

PERCOBAAN PENGATURAN TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK SATU FASA

1. TUJUAN

  1. Mempelajari cara kerja rangkaian
  2. Mempelajari karakteristik pengaturan dari rangkaian pengaturan tegangan dan arus bolak-balik satu fasa.
  3. Mempelajari grafik keluaran untuk tegangan SCR, tegangan dan arus beban.
2. ALAT DAN BAHAN


NO
Nama Alat
Jumlah
1.                 
Trafo 1 fasa
1
2.                 
Fuse
1
3.                 
SCR
2
4.                 
Beban Tahanan dan Induktif
1
5.                 
DC Power Supplu +/-  15 V, 3A
1
6.                 
Set Point Potentiometer
1
7.                 
Control unit 2 pulse
1
8.                 
Tahanan Shunt
1
9.                 
Isolation amplifier
1
10.              
Probe
Sesuai Kebutuhan
11.              
Bridging Plug
Sesuai Kebutuhan
12.              
Osiloskop
1
13.              
RMS meter
2

3. PROSEDUR PERCOBAAN

  • Rangkailah peralatan sesuai dengan gambar yang ada.
Job Sheet Elektronika Daya - Percobaan Pengaturan Tegangan dan Arus Bolak Balik 1 Fasa
Gambar 1. rangkaian percobaan 
  • Tunjukkan pada sisten apakah peralatan yang telah dirangkai sudah benar
  • Bila sudah benar, maka percobaan sudah bisa dilaksanakan.
  • Hubungkan Rangkaian dengan beban resistif  R = 33,33 Ω
  • Tutuplah saklar pengontrol pentriggeran SCR kemudian saklar daya SW dengan keluaran sekunder trafo 45 volt.
  • Set sudut pemicuanmulai dari 180o dan ukur nilai dari tegangan beban efektif (Udα),  arus SCR baik efektif maupun rata-rata (Itα dan ITAV) dan arus beban efektif  (Idα). Masukkan nilainya pada tabel 3.1.
  • Ulangi langkah 6 dengan sudut penyalaan mulai dari 150o, 135o, 120o, 90o, 60o, 45o, 30o, 0o. Masukan parameter terukur pada tabel yang sama.
  • Ulangi langkah 6 dan 7 untuk beban campuran (R = 33,33 Ω dan L = 50 mH) dengan sudut penyalaan berturut-turut mulai dari 180o, 150o, 135o, 120o, 105o, 90o dan 84o. Masukan parameter – parameter terukur pada tabel 3.2.
  • Ulangi langkah 6 dan 7 untuk beban campuran (R = 33,33 Ω dan L = 50 mH) dengan sudut penyalaan berturut-turut mulai dari 180o, 150o, 135o, 120o, 90o, 60o, 45o, 30o,dan 25,24o (sudut fasa beban). Masukan parameter – parameter terukur pada tabel 3.3.
  • 10. Tampilkan tegangan SCR , tegangan beban dan arus beban pada berbagai variasi beban untuk sudut penyalaan sesuai dengan instruksi Asisten. Catatlah nilai tegangan dan time/div dan faktor pengali yang ada pada isolation amplifier.


Tabel 3.1. Data Hasil Percobaan pada beban Resistif , R = 33,33Ω
Parameter Terukur
Sudut Penyalaan (0)
0
30
45
60
90
120
135
150
180
Udα (V)









ITα (V)









ITAV (V)









Idα (V)









Tabel 3.2. Data Hasil Percobaan pada beban Induktif murni , L = 50 mH
Parameter Terukur
Sudut Penyalaan (0)
84
90
105
120
135
150
180
Udα (V)







ITα (V)







ITAV (V)







Idα (V)








Tabel 3.3. Data Hasil Percobaan pada beban campuran R = 33,33Ω seri dengan L = 50 mH
Parameter Terukur
Sudut Penyalaan (0)
25,24
30
45
60
90
120
135
150
180
Udα (V)









ITα (V)









ITAV (V)









Idα (V)










4. TUGAS
1. Hitunglah perbandingan Idα/Id0 pada data percobaan untuk beban R = 33,33Ω. Masukan nilainya pada tabel 3.4.

2. Ulangi langkah 1 secara teori.

Tabel 3.4. Perhitungan Idα/Id0 baik secara teori maupun praktek pada beban Resistif.


Sudut Penyalaan (0)


0
30
45
60
90
120
135
150
180
Teori
Idα









Praktek
Idα









Idα/Id0











3. Buat grafik perbandingan Idα/Id0 sebagai fungsi sudut penyalaan α pada beban Resistif , baik secara teori maupun praktek. Beri komentar!
4. Hitunglah perbandingan Idα/Id( 0 ) pada data percobaan untuk beban L = 50 mH . Masukkan Nilainya pada tabel 3.5.
5. Ulangi langkah 4 secara teori

  (π – α)  cos2 α +      +     ………….(3.4)

Tabel 3.5. Perhitungan baik Idα/Id(≈840) secara teori maupun praktek pada beban Induktif murni.


Sudut Penyalaan (0)


84
90
105
120
135
150
180
Teori
Idα/Id(≈ 840)







Praktek
Idα







Idα/Id(≈ 840)








             
6. Buat grafik perbandingan Idα/Id(≈ 840) dan Idα/Id(≈ 900) baik secara teori maupun praktek. Beri komentar!
7. Hitunglah perbandingan Idα/Idφ pada data percobaan untuk beban R = 33,33Ω seri dengan L = 50 mH. Masukkan nilainya pada tabel 3.6.
8. Ulangi langkah 7 secara teori.

Tabel 3.6. Perhitungan Idα/Idφ baik secara teori maupun praktek pada beban campuran.


Sudut Penyalaan (0)


25,24
30
45
60
90
120
135
150
180
Teori
Idα/Idφ









Praktek
Idα









Idα/Idφ











9. Buat grafik perbandingan Idα/Idφ pada beban campuran baik secara teori maupun praktek. Beri komentar!
10. Beri komentar untuk langkah percobaan 7 !

Download Jobsheet Disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel