Media Ajar Trainer sebagai Media Pembelajaran - Ruang Pendidikan

Media Ajar Trainer sebagai Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Ajar Trainer  

Dalam proses pembelajaran perlu adanya sebuah media sebagai perantara antara pendidik dan siswa. Media berfungsi sebagai alat penyampai materi yang dapat menggambarkan penjelasan yang disampaikan oleh pendidik. Asyhar (2012:12) menjelaskan bahwa trainer adalah alat bantu dalam suatu proses pembelajaran yang dipergunakan pembelajar untuk memperagakan materi pelajaran.  

 Media Ajar Trainer sebagai Media Pembelajaran

Dalam penerapannya, media ajar trainer adalah sebagai alat yang dapat merepresentasikan materi yang dijelaskan oleh guru dan siswa dapat menggali informasi dari media tersebut. Sedangkan (Hasan, 2006:3) menyebutkan bahwa trainer merupakan suatu set peralatan di laboratorium yang digunakan sebagai media pendidikan yang merupakan gabungan antara model kerja dan mock-up. Maksud dari kata mock-up adalah tiruan suatu benda yang dibuat seperti asli tapi hanya berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan. Berdasarkan pengertian tersebut maka posisi media ajar trainer adalah sebagai benda tiruan yang disusun seperti asli dengan tujuan untuk menjelaskan sesuatu tanpa menghadirkan benda asli tersebut. Lain halnya dengan Khosnevis (Suryani, 2006:3) yang mengemukakan bahwa media ajar trainer merupakan proses simulasi aplikasi membangun model dari sistem nyala atau usulan sistem, melakukan eksperimen dengan model tersebut untuk menjelaskan tentang mempelajari perilaku, kinerja, atau untuk membangun sistem baru sesuai dengan kinerja yang diinginkan. 

Menurut Suryani, posisi media ajar trainer dapat dikatakan sebagai alat yang dapat menjelaskan sebuah proses dan dapat digunakan sebagai eksperimen. Dengan fungsi tersebut maka media ajar trainer mampu membuat sebuah sistem baru sesuai dengan yang diinginkan.  Berdasarkan pengertian di atas, posisi media ajar trainer sebagai media pembelajaran merupakan alat bantu yang dirancang menyerupai objek asli yang dapat digunakan sebagai eksperimen dan mampu merepresentasikan sebuah proses seperti objek sebenarnya. Bila pengertian ini diterapkan pada media pembelajaran trainer yang dikembangkan, maka selayaknya media pembelajaran harus mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dengan objek yang digambarkan. Sehingga siswa dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan apa yang diperoleh dalam objek sebenarnya. Selain itu, media pembelajaran harus mampu merepresentasikan proses terjadinya sesuatu, agar siswa dapat memahami materi dengan melihat proses tersebut secara langsung. Dengan mempraktekkan materi yang diajarkan oleh guru melalui media ajar trainer, siswa memahami maksud dari materi dengan mengalaminya secara nyata. 

Media ajar trainer juga harus dapat digunakan sebagai objek eksperimen, artinya media pembelajaran dapat digunakan sebagai objek uji coba yang dapat digunakan oleh siswa untuk mempraktekkan berbagai kemungkinan yang terjadi pada sebuah praktikum. Melalui penggunaan media ajar trainer sebagai media pembelajaran, siswa dapat melihat, mencoba, bereksperimen, dan menganalisis sebuah rangkaian, untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media ajar trainer adalah sebuah alat bantu dalam proses pembelajaran yang bisa diraba dan disentuh yang dapat menjelaskan perilaku sistem dan digunakan untuk melakukan sebuah eksperimen tertentu. 

Beberapa faktor yang harus ada pada sebuah media ajar trainer, antara lain: 
  • Media pembelajaran harus mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dengan objek yang digambarkan, artinya setiap komponen penyusun media ajar trainer terdiri dari komponen asli; 
  • Harus mampu merepresentasikan sebuah proses, dengan mengamati media ajar trainer siswa memahami bagaimana sebuah transistor dapat menguatkan daya; 
  • Dapat dipraktekkan, misalnya setelah mendapat penjelasan dari guru tentang penguat daya, kemudian siswa menyusun rangkaian tersebut pada media ajar trainer; 
  • Dapat digunakan sebagai objek eksperimen, misalnya dengan mengubah nilai transistor pada media ajar trainer, kemudian siswa mengamati output dari rangkaian tersebut dan menganalisisnya, sehingga siswa dapat memahami perbedaan penggunaan resistor yang nilai hambatannya kecil dengan resistor yang nilai hambatannya besar terhadap output rangkaian. 
2.  Media Ajar Trainer Menurut Fungsinya 

Sanaky dalam Asyhar (2012:13) menyebutkan bahwa berdasarkan fungsinya, alat peraga dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu: (1) alat peraga langsung, objek sebenarnya dapat dibawa langsung ke kelas dan digunakan menjelaskan materi dengan menunjukkan kepada peserta didik; (2) alat eraga tak langsung, objek tiruan yang digunakan untuk memperagakan sebuah materi ajar di kelas; (3) peragaan berupa kegiatan, dilakukan oleh pengajar di kelas untuk mendemonstrasikan sebuah materi ajar yag bersifat psikomotorik. Alat peraga langsung adalah sebuah media ajar yang berupa objek asli yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah proses. Dalam kata lain, media ajar trainer adalah objek asli yang disusun sedemikian rupa agar dapat menggambarkan sebuah proses, dan siswa dapat menggali informasi dari objek tersebut. Misalnya media ajar trainer transistor sebagai saklar, semua komponen penyusun media terdiri dari komponen asli dan memiliki fungsi yang sebenarnya. Dengan mempraktekan dan menganalisis rangkaian pada media ajar trainer, siswa dapat memahami prinsip kerja transistor sebagai saklar. Fungsi yang kedua adalah alat peraga sebagai objek tiruan. Dalam proses pembelajaran, alat peraga tiruan biasanya digunakan pada mata pelajaran yang tidak membutuhkan objek asli sebagai media untuk menyampaikan materi, karena terbatasi oleh faktor-faktor tertentu. Misalnya, dalam mata pelajaran Biologi yang menjelaskan tentang struktur tulang manusia, alat peraga yang digunakan sebagai media bukan terbuat dari tulang manusia asli, melainkan hanya tiruan yang dibuat mirip dengan aslinya. Maka fungsi media ajar trainer dalam hal ini adalah sebagai benda tiruan, yang tidak membutuhkan sifat objek asli untuk menyampaikan sebuah informasi. 

Fungsi peragaan berupa kegiatan adalah sebuah kegiatan dimana guru melakukan sebuah gerakan fisik kemudian diikuti oleh siswa. Peragaan kegiatan biasanya dilakukan pada pembelajaran yang mengutamakan aktifitas fisik. Misalnya pelajaran olah jasmani. Guru berada di depan melakukan beberapa gerakan senam, kemudian siswa melihat dan mengikuti gerakan tersebut. Informasi yang didapat oleh siswa berasal dari gerakan yang dilakukan oleh guru di depan, kemudian ia menganlisa dan melakukan gerakan yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam fungsi peraga berupa kegiatan, cara penyampaian informasi dilakukan dengan cara melakukan kegiatan berupa kegiatan fisik, siswa mengamati dan kemudian mengambil informasi dari gerakan tersebut. Dengan mempertimbangkan fungsi dan tujuan dari media ajar trainer yang akan dikembangkan, maka fungsi alat peraga yang paling sesuai adalah fungsi peraga langsung. Karena dalam penelitian pengembangan yang dilakukan, mata pelajaran yang digunakan sebagai sasaran pengembangan adalah Elektronika Dasar, mata pelajaran yang bersifat ilmu pasti. Oleh karena itu maka objek yang digunakan dalam media, hendaknya berupa objek asli dan mempunyai fungsi yang sebenarnya. Karena dalam komponen penyusun media ajar trainer memiliki karakteristik dan fungsi yang tidak mungkin dapat direpresentasikan oleh objek tiruan.     
 
3. Karakteristik Media Ajar Trainer 

Ibrahim (2010:83-84) menyatakan bahwa dalam memilih media pembelajaran terdapat beberapa aspek yang harus dipertimbangkan, yaitu: (a) tujuan pembelajaran; (b) materi/pesan yang disampaikan; (c) metode mengajar yang digunakan; (d) karakteristik peserta didik; (e) kondisi sosial budaya tempat terjadinya proses belajar mengajar; (f) efisiensi dari segi waktu, tenaga, dan biaya; dan (g) kepraktisan dan keamanan. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, tujuan pembelajaran mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu sebagai sesuatu yang akan dicapai dan pedoman pemilihan metode, media, dan proses pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal, maka diperlukan sebuah materi yang dapat menjabarkan tujuan pembelajaran tersebut agar mudah dipahami oleh siswa. Ketika tujuan pembelajaran sudah dijabarkan melalui materi pembelajaran, maka perlu adanya sebuah metode pengajaran yang sesuai agar tercipta kesesuaian antara materi yang disampaikan dengan karakteristik peserta didik. 

Dalam sebuah proses pembelajaran terdapat berbagai karakteristik peserta didik, yang dapat menyebabkan beberapa siswa tidak memahami materi yang disampaikan oleh guru karena perbedaan kemampuan siswa dalam menggali informasi. Selain itu, faktor kondisi sosial budaya tempat terjadinya proses pembelajaran juga harus diperhatikan, karena kondisi latar belakang peserta didik dapat mempengaruhi pemikirannya dalam menerima informasi. Selanjutnya tingkat efisiensi dari segi waktu, tenaga, dan biaya. Dalam proses pembelajaran waktu yang tersedia terbatas, oleh karena itu maka media yang dikembangkan sebaiknya mampu menjelaskan materi pembelajaran secara singkat dan jelas. Dari segi tenaga, media ajar yang dikembangkan harus mudah dipraktekkan agar mampu menghemat tenaga yang mempraktekkannya. Dari segi biaya, media ajar yang dikembangkan harus mempunyai nilai efisiensi tinggi agar tidak terjadi pemborosan dengan membeli komponen yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Karena media ajar yang dikembangkan menggunakan material yang dapat membahayakan penggunanya, maka media ajar selayaknya harus disertai dengan perangkat keamanan. 

Berdasarkan uraian di atas, untuk mengembangkan sebuah media ajar trainer terdapat beberapa faktor yang harus diperhitungkan, yaitu: 
  • media harus memuat tujuan pembelajaran yang sesuai dengan silabus mata pelajaran; 
  • terdapat uraian materi yang dapat menjabarkan tujuan pembelajaran tersebut; 
  • terdapat metode pembelajaran untuk mendukung tersampainya materi yang terkandung dalam media ajar trainer; 
  • mampu mengatasi berbagai karakteristik peserta didik; 
  • mampu menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya tempat proses pembelajaran berlangsung; 
  • mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi dari segi waktu, tenaga, dan biaya; dan 
  • aman untuk digunakan.  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel