Asas Hukum Perdata - Ruang Pendidikan

Asas Hukum Perdata

Hukum perdata mengatur masalah hubungan antara orang dengan orang lain. Masalah perdata secara umum diatur dalam KUHPer yang terdiri dari 4 buku.  

ruangpendidikan.net

Buku pertama tentang orang, memuat aturan-aturan tentang manusia sebagai subjek dalam hukum, tentang kecakapan/kemampuan memiliki hak-hak dan kecakapan bertindak sendiri guna melaksanakan hak-haknya serta hal-hal yang mempengaruhi kecakapan-kecakapan itu. Misalnya, ketentuan kapan seseorang cakap atau boleh membuat suatu perjanjian. Kita bisa melihat aturannya di buku I dari KUHPerdata. 

Buku kedua tentang kebendaan, mengatur hubungan-hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang, hak kepemilikan atas suatu benda/barang, warisan, dan lain sebagainya.  Misalnya cara pembagian harta warisan, bisa kita lihat aturannya dalam Buku ke dua KUHPerdata. 

Buku ketiga mengatur tentang masalah perikatan atau perjanjian. Misalnya syarat sahnya perjanjian, perjanjian jual beli, sewa menyewa, pinjam-meminjam, dan sebagainya itu pada umumnya diatur dalam  buku ke tiga KUHPerdata. 

Buku ke empat tentang pembuktian dan daluarsa, mengatur tentang macam-macam alat bukti dalam pembuktian kasus perdata, dan jangka waktu daluarsa. Jadi jika ingin mengetahui tentang hal-hal itu. Tinggal dilihat di buku ke empat dari KUHperdata. 

Namun, ada yang unik dalam KUHPerdata yaitu KUHPerdata bersifatnya terbuka. Artinya ketentuan-ketentuan KUHPerdata bisa disimpangi selama para pihak sepakat menyimpanginya dan tak merugikan pihak lain yang berkepentingan. Misalnya KUHPerdata mengatur kalau penyerahan barang yang dibeli dilakukan ditempat si pembeli. Namun A dan B mengatur dalam perjanjian yang mereka sepakati bahwa penyerahan barang dilakukan di tempat B selaku penjual. Hal tersebut sebetulnya sudah menyimpangi ketentuan KUHPerdata, namun bisa saja dilakukan selama kedua belah pihak sepakat dan tidak menimbulkan kerugian pada pihak ketiga. 

Bicara soal sepakat, ada asas-asas dalam kesepakatan/perjanjian yang harus diperhatikan di dalam lingkup hukum perdata, sebagai berikut; 
a. Asas Kebebasan Berkontrak 
Asas ini bermakna, setiap orang bebas membuat perjanjian dengan siapapun, apapun isinya, apapun bentuknya sepanjang tidak melanggar undang-undang, ketertiban umum, dan kesusilaan. 

b. Asas Konsensualistas (Pasal 1320 dan Pasal 1338 KUHPerdata) 
Perjanjian itu telah muncul sejak ada kata sepakat dari kedua belah pihak. Dengan kata lain, perjanjian sudah ada dan sah bila sudah sepakat mengenai hal-hal yang pokok dan tak harus dibuatkan bentuk perjanjian tertulis dahulu (formalitas).

Misalnya A dan B sepakat melakukan jual beli Sepeda. Mereka berdua sudah menyepakati jenis dan bentuk sepedanya, harga, cara pembayaran serta penyerahan sepedanya namum belum menuliskan perjanjian jual beli itu di dalam suatu surat perjanjian. Maka berdasarkan asas ini, A dan B sudah mengadakan perjanjian perjanjian sejak ada kata sepakat diantara mereka bedua, bukan sejak dibuatnya perjanjian dalam bentuk tertulis. 

c. Asas Pacta Sunt Servanda (Pasal 1338 ayat 1 KUHPerdata) 
Asas ini mengatakan, perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya sehingga perjanjian itu harus benar-benar dilaksanakan karena ia mengikat seperti undang-undang 

d. Asas Itikad Baik 
Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Itikad baik bisa mengenai objek/barang yang diperjanjikan, bisa juga mengenai pelaksanaan perjanjiannya.  

Contoh dalam hal benda/objeknya, si penjual yang beritikad baik harus jujur dan bersih. Ia tidak boleh jual barang yang sebenarnya dalam kondisi 70% namun Ia bilang ke pembeli kalau barang tersebut  dalam kondisi 100%. Pelaksanaan perjanjian sebagaimana dimaksud pasal 1338 ayat 3 KUHPer berarti dalam melaksanakan perjanjian itu harus mengindahkan norma-norma kepatutan dan kesusilaan. 

e. Asas Kepribadian (Personalitas) 
Asas ini mengatakan, pada umumnya seseorang tak boleh membuat atau mengadakan perjanjian selain untuk dirinya sendiri

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel