Jaminan Gadai - Ruang Pendidikan

Jaminan Gadai

Menurut Pasal 1151 KUHPerdata, Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang/kreditur atas suatu barang bergerak yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berhutang/debitur, atau juga oleh orang lain atas namanya dan yang memberikan kekuasaan kepada si berpiutang/kreditur untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya, dengan pengecualian biaya penjualan sebagai pelaksanaan putusan atas tuntutan mengenai pemilikan atau penguasaan, dan biaya penyelamatan barang itu, yang dikeluarkan setelah barang itu sebagai gadai dan yang harus didahulukan. Dasar hukum gadai diatur dalam Pasal 1150 sampai dengan Pasal 1160 KUHPerdata.  

ruangpendidikan.net


Sifat Jaminan Gadai 
1. Jaminan Gadai mempunyai sifat accesoir (perjanjian tambahan).  
Artinya, jaminan gadai harus mengikuti perjanjian pokoknya yaitu perjanjian kredit yang dijamin dengan gadai. Jadi harus ada perjanjian kreditnya dulu, baru dibuat akta penjaminan dengan gadai dan bukan sebaliknya atau hanya salah satu. 

2. Barang yang digadaikan berada dibawah penguasaan kreditur selaku pemegang hak gadai (Pasal 1150 Jo Pasal 1152 KUHPerdata). 
Misalnya, A meminjam uang kepada B dengan jaminan sepeda motor. Sepeda motor milik A tersebut harus diberikan kepada B untuk dikuasai sebagai jaminan namun bukan untuk dimiliki. 

3. Jaminan Gadai memberikan hak preferent (hak yang didahulukan) kepada kreditur pemegang gadai.  
Misalnya, bila debitur cidera janji, maka kreditur penerima gadai punya hak untuk menjual jaminan gadai tersebut, dan hasil penjualan jaminan gadai tersebut digunakan untuk melunasi hutang debitur. Jika terdapat kreditur lain yang memiliki tagihan terhadpa debitur yang sama, maka kreditur yang belakangan ini tidak akan mendapatkan pelunasan sebelum kreditur pertama/kreditur pemegang gadai mendapat pelunasan. 

4. Jaminan Gadai mempunyai hak eksekutorial.  
Artinya, pemegang gadai atas kekuasaannya sendiri punya hak menjual benda yang digadaikan kepadanya apabila debitur cidera janji dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk melunasi hutang debitur. Penjualan harus dilakukan di muka umum dengan cara lelang. Jika hasil penjualan mencukupi untuk melunasi utang, dan terdapat kelebihan, mala kelebihannya dikembalikan kepada debitur. Namun jika hasil penjualan barang gadai ternyata tidak cukup melunasi utang debitur, maka kekurangan harus tetap dilunasi debitur. 

5. Hak Gadai tidak bisa dibagi-bagi. 
Maksudnya, dengan dilunasis ebagaian utang maka tidak menghapus sebagaian hak gadai. Hak gadai tetap melekat untuk seluruh bendanya. 

6. Benda gadai ada dalam kekuasaan Kreditur. 

7. Hak Gadai berisi hak untuk melunasi utang dari hasil penjualan benda gadai. 
Maksudnya, benda yang digadaikan bukan untuk dimiliki oleh Kreditur. Melainkan hanya sebagai jaminan pelunasan utang debitur. Jadi seandainya debitur tidak bisa membayar utangnya, Kreditur tidak punya hak untuk memiliki benda gadai tersebut. Melainkan kreditur harus menjual benda gadai tersebut dan hasil penjualan benda gadai tersebut digunakan untuk melunasi utang debitur. Sifat ini sesuai dengan sifat jaminan pada umumnya yaitu sifat memberikan jaminan untuk pelunasan utang bukan hak untuk memiliki benda yang dijaminkan.  

Segala janji yang memberikan hak kepada kreditur untuk memiliki benda gadai adalah batal demi hukum. 

Objek Gadai 

Objek atau benda yang bisa digadaikan adalah semua benda bergerak yang berwujud, maupun benda bergerak yang tidak berwujud. 
1. Benda bergerak berwujud. Contohnya: kendaraan bermotor seperti mobil, sepeda motor, mesin-mesin, perhiasan, lukisan berharga, kapal laut berukuran di bawah 20m3, dan barang bergerak lain yang memiliki nilai. 
2. Benda bergerak tidak berwujud. Contohnya: seperti tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, wesel, obligasi, saham, surat piutang dan lainlain. 

Hapusnya Gadai Hapusnya hak gadai karena (Pasal 1152): 
1. Hutang telah dilunasi; 
2. Benda yang menjadi jaminan gadai keluar dari kekuasaan kreditur sebagai penerima gadai; 
3. Musnahnya benda yang menjadi objek gadai; 
4. Bila objek jaminan gadai musnah, misalnya disebabkan hilang atau penyebab lain maka mengakibatkan hapusnya jaminan gadai. Namun hal tersebut tidak menghapuskan perjanjian kredit dalam arti debitur tetap mempunyai kewajiban untuk melunasi utangnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel