Jaminan Hipotik - Ruang Pendidikan

Jaminan Hipotik

Dasar hukum hipotik diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yaitu dari Pasal 1162 sampai 1232 KUHPerdata. Hipotik adalah suatu hak kebendaan atas barang tak bergerak yang dijadikan jaminan dalam pelunasan suatu perikatan (Pasal 1162 KUHPerdata). Dulu, segala jaminan atas benda tak bergerak (seperti tanah dan bangunan di atas tanah) dibebankan dengan Hipotik. Namun, setelah UU Hak Tanggungan lahir segala jaminan atas benda tidak bergerak dibebankan dengan Hak Tanggungan. Lalu, apakah hipotik masih berlaku? Ya. Hipotik masih berlaku untuk benda-benda tidak bergerak lainnya selain tanah yaitu hipotik atas kapal laut, pesawat terbang dan helikopter atau benda-benda lain yang beratnya minimal 20 m3 ke atas. 

ruangpendidikan.net

Hak Tanggungan pada prinsipnya merupakan penjelmaan hipotik yang telah disesuaikan sedemikan rupa dengan perkembangan zaman. Maka sebenarnya ketentuan Hak Tanggungan, baik dari sifat, dan hapusnya versi UU Hak Tanggungan tidak lah jauh berbeda dengan Hipotik dalam KUHPerdata.99 Yang membedakan pada umumnya hanya soal hubungan dengan pejabat yang bertugas. Misalnya jika hak tanggungan (atas tanah) dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), maka akta hipotik atas kapal laut dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Kapal (PPAK) dalam hal ini adalah Syahbandar, sementara akta hipotik atas pesawat terbang dan helikopter dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Pesawat Terbang (PPAPT) yang ditunjuk untuk itu. Demikian juga dengan pejabat yang mendaftarkan hipotik yang juga berbeda satu sama lain. Jika hak tanggungan didaftarkan oleh kantor pendaftaran tanah, yang dalam hal ini dilakukan oleh instansi Agraria/Pertanahan setempat, maka hipotik atas kapal didaftarkan di Syahbandar. Dan untuk hipotik atas pesawat udara atau helikopter dilakukan pendaftaran oleh pejabat pendaftaran pesawat terhbang dan helikopter yang ditunjuk untuk itu. 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel